Selasa, 29 Mei 2012

PENGELOMPOKAN HATI MANUSIA


PENGELOMPOKAN HATI MANUSIA
  I..Qalbun Shahih (hati yang suci)                                                                                                                                                                                                                                                       I.Qalbun Mayyit (hati yang mati )                                                                                                          III,Qalbun Maridl   (hati yang sakit )

Pertama, Qalbun Shahih
yaitu hati yang sehat dan bersih (hati yang sehat) dari setiap nafsu yang menentang perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan dari setiap penyimpangan yang menyalahi keutamaan-Nya.
Sehingga ia selamat dari pengabdian kepada selain Allah, dan mencari penyelesaian hukum pada selain rasul-Nya. Karenanya, hati ini murni pengabdiannya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, baik pengabdian secara iradat (kehendak), mahabbah (cinta), tawakkal (berserah diri), takut atas siksa-Nya dan mengharapkan karunia-Nya.
I. Ciri-ciri Qalbun Shahih
1. Hati a menuju alam akhirat,                                                                                                                               sehingga  berpandangan dunia ini adalahan perjalanan menuju alam akhirat. Sebagaimana telah diwasiatkan Nabi saw kepada Abdullah bin Umar : "Jadikanlah dirimu di dunia ini seakan-akan kamu orang asing atau orang yang sedang menyeberangi suatu jalan." [HR. Bukhari].
Hadits Keempat Puluh dari Hadist Arbain Annawawiyah
عَنْ ابْنِ عُمَرْ رضي الله عَنْهُمَا قَالَ : أَخَذَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم بِمَنْكِبَيَّ فَقَالَ : كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ . وَكاَنَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يَقُوْلُ : إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ .
[رواه البخاري]

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :
Dari Ibnu Umar radhiallahuanhuma berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam memegang pundak kedua pundak saya seraya bersabda : Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau pengembara “, Ibnu Umar berkata : Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari, dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari, gunakanlah kesehatanmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu “
(Riwayat Bukhori)



Pelajaran :
1.     Bersegera mengerjakan pekerjaan baik dan memperbanyak ketaatan, tidak lalai dan menunda-nunda karena dia tidak tahu kapan datang ajalnya.
2.     Menggunakan berbagai kesempatan dan momentum sebelum hilangnya berlalu
3.     Zuhud di dunia berarti tidak bergantung kepadanya hingga mengabaikan ibadah kepada Allah ta’ala untuk kehidupan akhirat.  
  4.     Hati-hati dan khawatir dari azab Allah adalah sikap seorang musafir yang bersungguh-sungguh dan hati –hati agar tidak tersesat.
5.     Waspada dari teman yang buruk hingga tidak terhalang dari tujuannya.
6.     Pekerjaan dunia dituntut untuk menjaga jiwa dan mendatangkan manfaat, seorang muslim hendaknya menggunakan semua itu untuk tujuan akhirat.
7.     Bersungguh-sungguh menjaga waktu dan mempersiapkan diri untuk kematian dan bersegera bertaubat dan beramal shaleh.
8.     Rasulullah memegang kedua pundak Abdullah bin Umar, adalah agar beliau memperhatikan apa yang akan beliau sampaikan. Menunjukkan bahwa seorang pelajar harus diajarkan tentang perhatian gurunya kepadanya dan kesungguhannya untuk menyampaikan ilmu kedalam jiwanya. Hal ini dapat menyebabkan masuknya ilmu, sebagaimana hal itu juga menunjukkan kecintaan Rasulullah kepada Abdullah bin Umar, karena hal tersebut pada umumnya dilakukan oleh seseorang kepada siapa yang dicintainya.
2. Jika ia tertinggal wirid, atau sesuatu bentuk peribatan lainnya, maka ia merasakan sakit yang tiada terperi ,melebihi sakitnya orang yang tamak dan kikir saat kehilangan barang kesayangannya.                                                                                                                                                                              3. Ia senantiasa rindu untuk dapat mengabdikan diri di jalan Allah, melebihi keinginan orang yang lapar kepada makanan dan minuman.                                                                                                                4. Apabila tujuan hidupnya hanya untuk taat kepada Allah                                                                                                                                                         5. Bila sedang melakukan sholat,           
 maka sirnalah semua kegundahannya dan kesusahan karena urusan dunia. Sebab di dalam sholat telah ia temukan kenikmatan dan kesejukan jiwa yang suci.                                                                                  6. Sangat menghargai waktu dan tidak menyia-nyiakanya, melebihi rasa kekhawatiran orang bakhil dalam menjaga hartanya.                                                 
7. Tidak pernah terputus dan futur (malas) untuk mengingat Allah Idan berdzikir kepada-Nya.                                                                                  
8. Lebih mengutamakan pada pencapaian kualitas dari suatu amal perbuatan daripada kuantitas. ia lebih condong pada keikhlasan dalam beramal, mengikuti petunjuk syari'at rasulullah saw di samping ia selalu merenungi segala bentuk karunia yang diberikan Allah kepadanya, dan mengakui tentang kelalaian dan  keteledorannya dalam memenuhi hak-hak Allah Subhanahu wa Ta'ala.
9 . Introspeksi dan Memperbaiki Diri
             Qalbu yang sehat senantiasa menaruh perhatian yang besar untuk terus memperbaiki amal, melebihi perhatian terhadap amal itu sendiri. Dia terus bersemangat untuk meningkat kan keikhlasan dalam beramal, mengharap nasihat, mutaba'ah (mengontrol) dan ihsan (seakan-akan melihat Allah subhanahu wata’ala dalam beribadah, atau selalu merasa dilihat Allah).               
                    Bersamaan dengan itu dia selalu memperhatikan pemberian dan nikmat dari Allah subhanahu wata’ala serta kekurangan dirinya di dalam memenuhi hak-hak-Nya.
Demikian di antara beberapa fenomena dan karakteristik yang mengindikasikan sehatnya qalbu seseorang.
KEDUA : Qalbun Mayyit (hati yang mati)   

        Qolbun mayyit  adalah kebalikan dari hati yang sehat, hati yang mati tidak pernah mengenal Tuhannya, tidak mencintai atau ridha kepada-Nya dan ia berdiri berdampingan dengan syahwatnya dan memperturutkan keinginan hawa nafsunya, walaupun hal ini menjadikan Allah Subhanahu wa Ta'ala marah dan murka akan perbuatannya.
      Ia tidak peduli lagi apakah Allah ridha atau murka terhadap apa yang dikerjakannya, sebab ia memang telah mengabdi kepada selain Allah. Jika mencintai didasarkan atas hawa nafsu, begitu pula dengan membenci, memberi.
     Hawa nafsu lebih didewa-dewakan daripada rasa cinta kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala
Hati jenis ini adalah hati yang jika diseru kepada jalan Allah, maka seruan itu tidaklah berfaedah sedikitpun, karena Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menutup hati mereka.
 
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
( 25. dan di antara mereka ada orang yang mendengarkani (bacaan)mu, Padahal Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya dan (kami letakkan) sumbatan di telinganya. dan jikapun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata: "Al-Quran ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu.".                                                    "[QS. Al-An'am:25].



KETIGA  : Qalbun Maridl
Qalbun Maridl (hati yang sakit) adalah hati yang sebenarnya memiliki kehidupan, namun di dalamnya tersimpan benih-benih penyakit berupa kejahilan. Hati yang sedang di cekam sakit akan mudah menjadi parah apabila tidak diobati dengan hikmah dan maud'izah
Seperti difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala:
  
53. agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. dan Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat,                            ( QS. Al-Hajj:53].
                  Namun demikian hati orang-orang yang seperti itu belumlah mati sebagaimana hati orang-orang kafir dan orang-orang munafiq, akan tetapi bukan pula hati sehat, seperti sehatnya hati orang-orang yang beriman.                                                                                                                    Sebab di dalam hati mereka terdapat penyakit syubhat dan syahwat. Boleh jadi hati manusia sedang sakit , bahkan tanpa disadari. Lebih tragis bahwa hatinya sebenarnya mati, namun si empunya tidak menyadari.

         Untuk memperluas pemahaman kita tentang hati yang sakit berikut ini petikan dari buku : Risalutul-Murid”                                 
 Petunjuk Jalan Thariqat  Oleh: Imam Habib Abdullah Alwi Haddad edisi bahasa melayu :
Apabila hati sudah rusak akan menjadi susah untuk mengeluarkan penyakit yang sudah  berselaput didalamnya. Sepertinya dari usia muda sudah banyak melalaikan tanggungjawab  sebagai hamba Tuhan dengan tidak menjalankan kewajiban dan menjauhi laranganNya. Pastinya gejala gejala itu sudah melekat seakan-akan sudah dipatri.                                      
        Kerana itulah setiap  murid harus sentiasa membersihkan hatinya yang menjadi tempat mengenali  Tuhan supaya hati tidak  tertarik pada bujukkan hawa nafsu dan syahwat keduniaan. Murid murid harus memelihara hatinya dan harus mengenali musuh-musuhnya supaya tidak ada kesempatan  melangkah masuk dan dinding yang telah dibangunkan, tidak masuk kerumahnya, dimana akan membawanya jauh dari Allah swt. Tanpa mengenali musuh-musuhnya mana  mungkin dapat menghalangi dari serangan mereka?
Keterangan :
1. “Memelihara hati dari sifat sifat dendam khusumat, sifat hasad dengki, sifat suka  menipu dan sifat suka membelit terhadap kaum Muslimin.
2. Jangan sekali-kali suka pada prasangka buruk terhadap siapapun dari kaum  Mu’minin. Sebaiknya ditujukan hatinya untuk menasihati kaum Muslimin, bersifat  pengasih dan sentiasa berprasangka baik kepada semua orang. Sifat begini sangat susah untuk diamalkan kerana sentiasa melihat akan kelemahan orang lain khususnya  seperguruan. Hanya dia ingat dia yang faham dan suka ketawakan rakan  seperguruan dan orang lain.
3. Segala kebaikan yang disukai harus disukai untuk orang lain. Jangan halang orang  lain untuk dapat membuat kebaikan.
4. Setiap murid harus mengetahui bahwa hati mempunyai berbagai penyakit-penyakit  yang lebih berat, lebik buruk dan lebih busuk dari maksiat-maksiat  pancaindera.                                               Oleh  kerana ada penyakit itulah maka murid tidak bisa  menerima makrifatullah (mengenal  Allah) akan kecintaanNya melainkan di hapuskan habis-habisan penyakit itu.                                        Contoh: penyakit yang bahaya ini ialah sifat membesarkan diri atau bongkak, riya’ dan hasad  dengki. Bila ada sifat membesar diri menandakan kurang akal (kefahaman tak ada / tak faham) dan jahil. Siapa yang membesarkan diri, tidak ada rasa kebimbangan sekiranya dia meninggi diri terhadap orang lain dengan apa yang Allah kurniakan kelebihan kelebihanNya              kelak Allah akan merampas semula segala kurniaNya disebabkan kelakuan dan perbuatannya yang buruk yang ingin MENCOBA MENANDINGI KUASA TUHAN dalam Sifat KebesaranNya.                    
          Manakala  sifat  riya’ pula suka menunjuk-nunjuk an                                   ( pamer )menandakan hatinya kosong daripada sifat suka membesarkan Allah dan suka  mengagungkan Allah kerana amal yang dibuatnya hanya pura pura saja.    Dia merasa  kurang puas amalnya jika diketahui oleh Tuhan Rabbul Alamin saja. Jadi  dipamerkan   pada orang lain agar  dia di anggap Alim, Wara, ada Ilmu dan tempat orang menanyakan fatwa.                                                                                  
   5. Selain dari itu, harus setiap murid menjaga pancainderanya seperti mata, jangan melihat apa-apa yang haram, yang shubhat, apa yang bisa menaikkan syahwat.                                                   Mulut, jangan banyak cakap( bicara ) .                                        Sebaliknya banyak diamkan diri. perbanyak membaca Quran, Zikir dan berdoa. Jaga mulut daripada terkeluar perkataan-perkataan yang kotor dan boleh menjatuhkan maruah kaum muslim dan bukan muslim. Telinga, jangan mendengar cerita-cerita bohong, cerita kosong, cerita menaruh harapan dan lain-lain.                                                                                                    Jadikan telinga suka mendengar bacaan Quran, Zikir, dan Berdoa. Suka mendengar  nasihat-nasihat dan lain-lain. Tangan, jagalah tangan daripada mengambil barang  kepunyaan orang lain tanpa izin.                                                                    Jangan jadikan tangan melakukan kekerasan .         Jadikan tangan itu suka kepada kebajikan, mengambil wudhu, mengambil Quran, mengambil Tasbih dan  lain-lain.                                           Kaki, jadikan kaki suka dan redha ke masjid, ketempat majelis ilmu, menziarah  ulama, menziarah orang sakit, menziarah kubur dan lain-lain. Masyallah. Banyak sekali.
6. Setiap murid hendaklah berzuhud didunia. Sekiranya tidak mampu berzuhud didunia hendaklah menuntut dunia (minta) dari Pemilik dunia itu sendiri; Yaitu Allah swt. Semua hati manusia berada didalam genggaman Tuhan.                                                                                                               
 7. Jauhkan, buang sifat hasad kerana sifat hasad jelas menentang kekuasaan Allah Taala dan membantah akan kudratNya dalam kerajaanNya. Allah swt menganugerahkan nikmatNya kepada setiap hambaNya dan sudah semestinya atas kehendakNya.                                                                                                                                                             Sekiranya setiap hamba khususnya murid memilih sesuatu yang bertentangan dengan apa yang dipilihkan oleh Allah swt itu menandakan sihamba sudah melakukan kurang   ajar terhadap Allah swt dan wajib mendapat kemurkaanNya. 
8. Tidak baik memeram dengki terhadap sesiapa yang bersaing dengannya dalam sesuatu tujuan ataupun yang pernah membantunya dalam sesuatu urusan.                                                        
 9. Harus menanamkan rasa cinta terhadap saudara saudaranya didalam hati serta berusaha dengan zahirnya mengajak dan mengumpul mereka supaya belajar agama untuk menuju ke jalan Allah dan berlumba lumba dalam mentaatiNya.
 10. Jauhkan pada Cintakan  Dunia kerana itu ada Pokok Segala Bencana sebagaimana tersebut didalam sebuah hadis. “Jika hati terselamat dari penyakit cintakan dunia,niscaya ia menjadi putih dan bersih, baik dan bercahaya; dan ketika itu sesuailahuntuk menerima limpahan cahaya dari Allah swt dan mudahlah baginya untuk menyingkap (menangkap) rahasia-rahasia Tuhan”
             Dari keterangan diatas saya ( penyusun ) mengajak sahabat  NU agar berusaha bersama saling membantu untuk menjaga hati .
       Tanda-tanda spesifik hati yang sedang sakit atau mati
adalah jika ia tidak merasa sakit dan pedih oleh goresan-goresan pisau kemaksiatan, Hal itu disebabkan karena hatinya telah rancu dan teracuni, sehingga tidak dapat lagi membedakan antara nilai kebenaran dan aqidahnya yang batil
Ciri-ciri Qalbun Maridl
فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ
. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih,                                      QS . Al-Baqarah 10
                       
 Faktor-faktor penyebab sakitnya hati  adalah   Fitnah-fitnah  berupa :
v  fitnah syahwat,    dimana reaksinya amat keras sampai dapat merancukan niat dan
v  iradat (kehendak) seseorang.                                                                   
v  fitnah syubhat (keragu-raguan)     yang menyebabkan kacaunya    persepsi dan  i’tiqad (keyakinan)




DOA
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
AMIIN



 

 penulis :Mas yoko ( bukan apa apa dan bukan siapa siapa )
        

Tidak ada komentar:

Posting Komentar