PENGELOMPOKAN
HATI MANUSIA
I..Qalbun Shahih
(hati yang suci)
I.Qalbun
Mayyit (hati yang mati ) III,Qalbun Maridl
(hati yang sakit )
Pertama, Qalbun
Shahih
yaitu hati yang sehat
dan bersih (hati yang sehat) dari setiap nafsu yang menentang perintah Allah
Subhanahu wa Ta'ala, dan dari setiap penyimpangan yang menyalahi keutamaan-Nya.
Sehingga ia selamat
dari pengabdian kepada selain Allah, dan mencari penyelesaian hukum pada selain
rasul-Nya. Karenanya, hati ini murni pengabdiannya kepada Allah Subhanahu wa
Ta'ala, baik pengabdian secara iradat (kehendak), mahabbah
(cinta), tawakkal (berserah diri), takut atas siksa-Nya dan mengharapkan
karunia-Nya.
I. Ciri-ciri Qalbun Shahih
1. Hati a menuju
alam akhirat,
sehingga berpandangan dunia ini adalahan perjalanan
menuju alam akhirat. Sebagaimana telah diwasiatkan Nabi saw kepada Abdullah bin
Umar : "Jadikanlah dirimu di dunia ini seakan-akan kamu orang asing
atau orang yang sedang menyeberangi suatu jalan." [HR. Bukhari].
Hadits Keempat Puluh dari Hadist Arbain
Annawawiyah
عَنْ ابْنِ عُمَرْ رضي الله عَنْهُمَا قَالَ : أَخَذَ رَسُوْلُ اللهِ
صلى الله عليه وسلم بِمَنْكِبَيَّ فَقَالَ : كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ
غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ . وَكاَنَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا
يَقُوْلُ : إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ
فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ
لِمَوْتِكَ .
[رواه البخاري]
Terjemah hadits / ترجمة الحديث :
Dari Ibnu Umar radhiallahuanhuma
berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam memegang pundak kedua pundak
saya seraya bersabda : Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau
pengembara “, Ibnu Umar berkata : Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu
pagi hari, dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari,
gunakanlah kesehatanmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk
kematianmu “
(Riwayat Bukhori)
Pelajaran :
1. Bersegera mengerjakan pekerjaan baik dan
memperbanyak ketaatan, tidak lalai dan menunda-nunda karena dia tidak tahu
kapan datang ajalnya.
2.
Menggunakan berbagai kesempatan dan momentum sebelum hilangnya berlalu
3. Zuhud di dunia berarti tidak bergantung
kepadanya hingga mengabaikan ibadah kepada Allah ta’ala untuk kehidupan
akhirat.
4.
Hati-hati dan khawatir dari azab Allah adalah sikap seorang musafir yang
bersungguh-sungguh dan hati –hati agar tidak tersesat.
5. Waspada dari teman yang buruk hingga tidak
terhalang dari tujuannya.
6. Pekerjaan dunia dituntut untuk menjaga jiwa
dan mendatangkan manfaat, seorang muslim hendaknya menggunakan semua itu untuk
tujuan akhirat.
7. Bersungguh-sungguh menjaga waktu dan
mempersiapkan diri untuk kematian dan bersegera bertaubat dan beramal shaleh.
8. Rasulullah memegang kedua pundak Abdullah bin
Umar, adalah agar beliau memperhatikan apa yang akan beliau sampaikan.
Menunjukkan bahwa seorang pelajar harus diajarkan tentang perhatian gurunya
kepadanya dan kesungguhannya untuk menyampaikan ilmu kedalam jiwanya. Hal ini
dapat menyebabkan masuknya ilmu, sebagaimana hal itu juga menunjukkan kecintaan
Rasulullah kepada Abdullah bin Umar, karena hal tersebut pada umumnya dilakukan
oleh seseorang kepada siapa yang dicintainya.
2. Jika ia tertinggal wirid, atau sesuatu
bentuk peribatan lainnya, maka ia merasakan sakit yang tiada terperi ,melebihi
sakitnya orang yang tamak dan kikir saat kehilangan barang kesayangannya. 3. Ia senantiasa rindu untuk
dapat mengabdikan diri di jalan Allah, melebihi keinginan orang yang lapar
kepada makanan dan minuman.
4. Apabila tujuan hidupnya hanya untuk taat kepada Allah
5. Bila sedang melakukan sholat,
maka sirnalah semua kegundahannya dan kesusahan karena urusan dunia.
Sebab di dalam sholat telah ia temukan kenikmatan dan kesejukan jiwa yang
suci.
6. Sangat menghargai waktu dan tidak menyia-nyiakanya, melebihi
rasa kekhawatiran orang bakhil dalam menjaga hartanya.
7. Tidak pernah terputus dan futur (malas) untuk mengingat
Allah Idan berdzikir kepada-Nya.
8. Lebih mengutamakan pada pencapaian kualitas dari suatu amal
perbuatan daripada kuantitas. ia lebih condong pada keikhlasan dalam beramal,
mengikuti petunjuk syari'at rasulullah saw di samping ia selalu merenungi
segala bentuk karunia yang diberikan Allah kepadanya, dan mengakui tentang
kelalaian dan keteledorannya dalam
memenuhi hak-hak Allah Subhanahu wa Ta'ala.
9 . Introspeksi
dan Memperbaiki Diri
Qalbu yang sehat senantiasa menaruh perhatian yang besar untuk terus memperbaiki amal, melebihi perhatian terhadap amal itu sendiri. Dia terus bersemangat untuk meningkat kan keikhlasan dalam beramal, mengharap nasihat, mutaba'ah (mengontrol) dan ihsan (seakan-akan melihat Allah subhanahu wata’ala dalam beribadah, atau selalu merasa dilihat Allah).
Qalbu yang sehat senantiasa menaruh perhatian yang besar untuk terus memperbaiki amal, melebihi perhatian terhadap amal itu sendiri. Dia terus bersemangat untuk meningkat kan keikhlasan dalam beramal, mengharap nasihat, mutaba'ah (mengontrol) dan ihsan (seakan-akan melihat Allah subhanahu wata’ala dalam beribadah, atau selalu merasa dilihat Allah).
Bersamaan
dengan itu dia selalu memperhatikan pemberian dan nikmat dari Allah subhanahu
wata’ala serta kekurangan dirinya di dalam memenuhi hak-hak-Nya.
Demikian di antara beberapa fenomena dan karakteristik yang mengindikasikan sehatnya qalbu seseorang.
Demikian di antara beberapa fenomena dan karakteristik yang mengindikasikan sehatnya qalbu seseorang.
KEDUA
: Qalbun Mayyit (hati yang mati)
Qolbun mayyit adalah kebalikan dari
hati yang sehat, hati yang mati tidak pernah mengenal Tuhannya, tidak mencintai
atau ridha kepada-Nya dan ia berdiri berdampingan dengan syahwatnya dan
memperturutkan keinginan hawa nafsunya, walaupun hal ini menjadikan Allah
Subhanahu wa Ta'ala marah dan murka akan perbuatannya.
Ia tidak peduli lagi apakah Allah ridha
atau murka terhadap apa yang dikerjakannya, sebab ia memang telah mengabdi
kepada selain Allah. Jika mencintai didasarkan atas hawa nafsu, begitu pula
dengan membenci, memberi.
Hawa nafsu lebih didewa-dewakan daripada
rasa cinta kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala
Hati
jenis ini adalah hati yang jika diseru kepada jalan Allah, maka seruan itu
tidaklah berfaedah sedikitpun, karena Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menutup
hati mereka.
Allah Subhanahu wa
Ta'ala berfirman:
(
25.
dan di antara mereka ada orang yang mendengarkani (bacaan)mu, Padahal Kami
telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka tidak)
memahaminya dan (kami letakkan) sumbatan di telinganya. dan jikapun mereka
melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya.
sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir
itu berkata: "Al-Quran ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang
dahulu.". "[QS. Al-An'am:25].
KETIGA : Qalbun Maridl
Qalbun Maridl (hati
yang sakit) adalah
hati yang sebenarnya memiliki kehidupan, namun di dalamnya tersimpan
benih-benih penyakit berupa kejahilan. Hati yang sedang di cekam sakit akan
mudah menjadi parah apabila tidak diobati dengan hikmah dan maud'izah
Seperti
difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala:
53. agar Dia menjadikan apa yang
dimasukkan oleh syaitan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam
hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. dan Sesungguhnya orang-orang yang
zalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat, ( QS.
Al-Hajj:53].
Namun demikian hati
orang-orang yang seperti itu belumlah mati sebagaimana hati orang-orang kafir
dan orang-orang munafiq, akan tetapi bukan pula hati sehat, seperti sehatnya
hati orang-orang yang beriman.
Sebab di dalam hati mereka terdapat penyakit syubhat dan syahwat. Boleh
jadi hati manusia sedang sakit , bahkan tanpa disadari. Lebih tragis bahwa
hatinya sebenarnya mati, namun si empunya tidak menyadari.
Untuk memperluas
pemahaman kita tentang hati yang sakit berikut ini petikan dari buku : Risalutul-Murid”
Petunjuk Jalan
Thariqat Oleh: Imam Habib Abdullah Alwi
Haddad edisi bahasa melayu :
Apabila hati sudah rusak akan menjadi
susah untuk mengeluarkan penyakit yang sudah
berselaput didalamnya. Sepertinya dari usia muda sudah banyak melalaikan
tanggungjawab sebagai hamba Tuhan dengan
tidak menjalankan kewajiban dan menjauhi laranganNya. Pastinya gejala gejala
itu sudah melekat seakan-akan sudah dipatri.
Kerana itulah setiap murid harus
sentiasa membersihkan hatinya yang menjadi tempat mengenali Tuhan supaya hati tidak tertarik pada bujukkan hawa nafsu dan syahwat
keduniaan. Murid murid harus memelihara hatinya dan
harus mengenali musuh-musuhnya supaya tidak ada kesempatan melangkah masuk dan dinding yang telah
dibangunkan, tidak masuk kerumahnya, dimana akan membawanya jauh dari Allah
swt. Tanpa mengenali musuh-musuhnya mana
mungkin dapat menghalangi dari serangan mereka?
Keterangan :
1. “Memelihara hati
dari sifat sifat dendam khusumat, sifat hasad dengki, sifat suka menipu dan sifat suka membelit terhadap kaum
Muslimin.
2. Jangan sekali-kali
suka pada prasangka buruk terhadap siapapun dari kaum Mu’minin. Sebaiknya ditujukan hatinya untuk
menasihati kaum Muslimin, bersifat pengasih
dan sentiasa berprasangka baik kepada semua orang. Sifat begini sangat susah untuk
diamalkan kerana sentiasa melihat akan kelemahan orang lain khususnya seperguruan. Hanya dia ingat dia yang faham
dan suka ketawakan rakan seperguruan dan
orang lain.
3. Segala kebaikan yang
disukai harus disukai untuk orang lain. Jangan halang orang lain untuk dapat membuat kebaikan.
4. Setiap murid harus
mengetahui bahwa hati mempunyai berbagai penyakit-penyakit yang lebih berat, lebik buruk dan lebih busuk
dari maksiat-maksiat pancaindera. Oleh kerana ada penyakit itulah maka murid tidak bisa
menerima makrifatullah (mengenal Allah) akan kecintaanNya melainkan di
hapuskan habis-habisan penyakit itu. Contoh: penyakit yang bahaya ini ialah sifat
membesarkan diri atau bongkak, riya’ dan hasad
dengki. Bila ada sifat membesar diri menandakan kurang akal (kefahaman
tak ada / tak faham) dan jahil. Siapa yang membesarkan diri, tidak ada rasa
kebimbangan sekiranya dia meninggi diri terhadap orang lain dengan apa yang
Allah kurniakan kelebihan kelebihanNya kelak Allah akan merampas semula
segala kurniaNya disebabkan kelakuan dan perbuatannya yang buruk yang ingin
MENCOBA MENANDINGI KUASA TUHAN dalam Sifat KebesaranNya.
Manakala sifat riya’
pula suka menunjuk-nunjuk an ( pamer )menandakan hatinya kosong daripada
sifat suka membesarkan Allah dan suka mengagungkan
Allah kerana amal yang dibuatnya hanya pura pura saja. Dia
merasa kurang puas amalnya jika
diketahui oleh Tuhan Rabbul Alamin saja. Jadi dipamerkan
pada orang lain agar dia di
anggap Alim, Wara, ada Ilmu dan tempat orang menanyakan fatwa.
5. Selain dari
itu, harus setiap murid menjaga pancainderanya seperti mata, jangan melihat
apa-apa yang haram, yang shubhat, apa yang bisa menaikkan syahwat.
Mulut, jangan banyak cakap( bicara ) . Sebaliknya
banyak diamkan diri. perbanyak membaca Quran, Zikir dan berdoa. Jaga mulut
daripada terkeluar perkataan-perkataan yang kotor dan boleh menjatuhkan maruah
kaum muslim dan bukan muslim. Telinga, jangan mendengar cerita-cerita bohong,
cerita kosong, cerita menaruh harapan dan lain-lain. Jadikan telinga suka mendengar bacaan
Quran, Zikir, dan Berdoa. Suka mendengar
nasihat-nasihat dan lain-lain. Tangan, jagalah tangan daripada mengambil
barang kepunyaan orang lain tanpa izin. Jangan jadikan tangan melakukan kekerasan
. Jadikan tangan itu suka kepada kebajikan,
mengambil wudhu, mengambil Quran, mengambil Tasbih dan lain-lain. Kaki, jadikan kaki suka dan redha ke masjid,
ketempat majelis ilmu, menziarah ulama,
menziarah orang sakit, menziarah kubur dan lain-lain. Masyallah. Banyak sekali.
6. Setiap murid
hendaklah berzuhud didunia. Sekiranya tidak mampu berzuhud didunia hendaklah
menuntut dunia (minta) dari Pemilik dunia itu sendiri; Yaitu Allah swt. Semua
hati manusia berada didalam genggaman Tuhan.
7. Jauhkan, buang sifat
hasad kerana sifat hasad jelas menentang kekuasaan Allah Taala dan membantah
akan kudratNya dalam kerajaanNya. Allah swt menganugerahkan nikmatNya kepada
setiap hambaNya dan sudah semestinya atas kehendakNya. Sekiranya
setiap hamba khususnya murid memilih sesuatu yang bertentangan dengan apa yang
dipilihkan oleh Allah swt itu menandakan sihamba sudah melakukan kurang ajar terhadap Allah swt dan wajib mendapat
kemurkaanNya.
8. Tidak baik memeram dengki terhadap
sesiapa yang bersaing dengannya dalam sesuatu tujuan ataupun yang pernah
membantunya dalam sesuatu urusan.
9. Harus menanamkan rasa cinta terhadap saudara saudaranya didalam hati
serta berusaha dengan zahirnya mengajak dan mengumpul mereka supaya belajar
agama untuk menuju ke jalan Allah dan berlumba lumba dalam mentaatiNya.
10.
Jauhkan pada Cintakan Dunia kerana itu
ada Pokok Segala Bencana sebagaimana tersebut didalam sebuah hadis. “Jika hati
terselamat dari penyakit cintakan dunia,niscaya ia menjadi putih dan bersih,
baik dan bercahaya; dan ketika itu sesuailahuntuk menerima limpahan cahaya dari
Allah swt dan mudahlah baginya untuk menyingkap (menangkap) rahasia-rahasia
Tuhan”
Dari keterangan
diatas saya ( penyusun ) mengajak sahabat
NU agar berusaha bersama saling membantu untuk menjaga hati .
Tanda-tanda spesifik hati yang sedang
sakit atau mati
adalah
jika ia tidak merasa sakit dan pedih oleh goresan-goresan pisau kemaksiatan,
Hal itu disebabkan karena hatinya telah rancu dan teracuni, sehingga tidak
dapat lagi membedakan antara nilai kebenaran dan aqidahnya yang batil
Ciri-ciri
Qalbun Maridl
فِي
قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا
كَانُوا يَكْذِبُونَ
. Dalam hati mereka ada
penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, QS .
Al-Baqarah 10
Faktor-faktor penyebab
sakitnya hati
adalah Fitnah-fitnah berupa :
v fitnah
syahwat, dimana reaksinya amat keras sampai dapat
merancukan niat dan
v iradat (kehendak)
seseorang.
v
fitnah syubhat (keragu-raguan) yang menyebabkan kacaunya persepsi dan i’tiqad (keyakinan)
DOA
رَبَّنَا
آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
AMIIN
penulis :Mas yoko ( bukan apa apa dan bukan siapa siapa )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar